Sunat Laser Lebih Aman, Benarkan?

Sunat Laser Lebih Aman, Benarkan?

Sunat Laser Lebih Aman, Benarkah?

Bagi umat muslim laki-laki, sunat adalah salah satu hal yang harus dilakukan ketika anak laki-laki memasuki usia remaja. Di luar dari sisi kewajiban agamis, sunat diketahui mendatangkan banyak manfaat, antara lain adalah dapat lebih mudah menjaga kebersihan alat kelamin, meminimalisir terjadinya infeksi pada saluran kemih, mengurangi resiko infeksi penyakit kelamin yang dapat menular, hingga menurunkan resiko terkena kanker pada kelamin. Sunat dilakukan dengan memotong atau menghilangkan sebagian kulit ujung penis (kulup) yang menutupi area kepala penis. Semakin kesini, metode sunat yang dapat dipilih pun semakin beragam. Mulai dari sunat klamp, sunat laser, sunat stapler, hingga yang paling biasa yaitu sunat konvensional. 

Sunat laser dan jenis sunat lainnya

1. Klem

Metode klem atau yang disebut the gomco clamp dilakukan dengan cara memasukkan penis pada alat klem berbentuk tabung plastik yang disesuaikan dengan ukuran penis. Setelahnya, kulup akan dipotong menggunakan pisau bedah yang kemudian tunggu beberapa saat hingga luka mengering. Metode ini sering dipilih akibat minimnya rasa nyeri serta tidak memerlukan banyak jahitan. 

2. Laser 

Meskipun dinamai sunat laser, sebenarnya jenis sunat ini tidak dilakukan menggunakan metode laser. Sunat laser menggunakan alat bedah listrik yang bernama electric cauter. Sebelum pengerjaan, penis akan di bius terlebih dahulu kemudian barulah dilakukan prosedur sunat laser. Prosesnya pun tidak memakan waktu yang lama yaitu hanya sekitar 10-15 menit. Selain itu, sunat laser akan lebih minim pendarahan dan tidak memerlukan banyak jahitan. Inilah sebabnya mengapa para orangtua akhirnya banyak memilih metode sunat laser dibandingkan yang metode lain karena dinilai akan lebih nyaman.

3. Stapler 

Pada metode ini, digunakan alat bernama ‘stapler’ untuk melakukan tindakan. Stapler sendiri berbentuk seperti pistol dan terdapat bagian yang tampak seperti lonceng (glass bell) pada bagian dalam yang difungsikan untuk melindungi kepala penis. Di bagian luar, erdapat lonceng dengan pisau bundar untuk memotong bagian kulup pada penis. 

4. Konvensional

Metode sunat terakhir yang sudah ada sejak lama adalah sunat konvensional. Sunat konvensional dilakukan dengan cara memotong langsung bagian kulit penis menggunakan alat bedah seperti pisau bedah dan gunting, dan barulah kemudian dijahit. Meski minim resiko, pemulihannya dinilai akan jauh lebih lama dibandingkan sunat dengan cara modern karena memerlukan perawatan ekstra setelahnya.

Dari berbagai pilihan metode sunat, sebenarnya semuanya sama-sama aman saat jika dilakukan dengan dokter yang sudah ahli. metode sunat dapat disesuaikan dengan kondisi dan budget para orang tua. Sunat modern seperti klem, laser, dan stapler memang memiliki intensitas sakit yang cukup rendah, minim pendarahan, serta waktu pemulihan yang lebih cepat. Sedangkan sunat konvensional cenderung lebih sakit karena membutuhkan banyak jahitan serta waktu pemulihan yang lebih lama. 

Tak hanya dapat dilihat dari keunggulannya saja, nyatanya sunat modern seperti sunat laser juga memiliki resiko buruk yang bisa saja terjadi seperti penis akan rentan mengalami luka bakar yang parah, rawan infeksi, hingga mampu memicu terjadinya gangguan saraf pada penis. Hal yang dapat orang tua lakukan untuk meminimalisir hal ini adalah memastikan bahwa dokter yang akan melakukan tindakan benar-benar ahli di bidangnya. sehingga metode apapun yang akan dilakukan nantinya, akan meminimalisir terjadinya resiko-resiko buruk yang terjadi pada saat pembedahan akibat dokter yang kompeten.

Leave a Reply