Simak Fakta Vaksin Meningitis Untuk Jamaah Haji

Simak Fakta Vaksin Meningitis Untuk Jamaah Haji

Setiap tahun, ada jutaan orang dari berbagai belahan dunia yang berkunjung ke makkah untuk mengikuti ibadah haji. Ibadah ini sendiri merupakan rukun islam paling sakral dan memerlukan banyak hal-hal penting dalam pelaksanaanya. Tak hanya unsur spiritual, namun kesehatan pun juga perlu disiapkan agar tiap tahapannya berjalan dengan lancar. Otoritas kesehatan di berbagai belahan dunia pun meminta penggunaan vaksin meningitis sebagai syarat ibadah haji. Well, sebenarnya apa fakta dibalik vaksin meningitis? Simak urainnya berikut ini. 

1. Vaksin Meningitis Untuk Mencegah Penyakit Meningitis

Meski wabah meningitis sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, nyatanya penyakit ini masih menjadi suatu hal yang serius bagi jamaah Haji. Jauh sebelum wabah COVID-19 menyerang, meningitis sudah menghantui jutaan orang di seluruh penjutu dunia. Ini karena, jamaah asal Afrika, negara penyebar meningitis, banyak yang tidak sadar telah menularkan penyakit ke jamaah lain saat sedang beribadah. 

40 orang jamaah haji asal Indonesia pun meninggal dunia di tahun 1987 karena meningitis. Semenjak itulah vaksin meningitis menjadi syarat bagi jamaah yang ingin masuk ke Arab Saudi, utamanya untuk ibadah haji. 

2. Vaksin Meningitis Disuntikkan Sebelum Terbang Ke Arab Saudi

Vaksin meningitis akan semakin efektif setelah 14 hari sejak masa disuntik. Itulah kenapa, vaksin ini perlu disuntikkan maksimal 2 minggu sebelum berangkat haji. Sama seperti vaksin untuk COVID-19, jamaah haji yang memperoleh suntikan vaksin meningitis akan mendapatkan sertifikat untuk syarat keberangkatan haji. 

3. Vaksin Meningitis Bisa Diberikan Pada Bayi

Tentu saja, bayi bisa diberikan vaksin meningitis sejak usia 2 bulan. Justru, anak-anak merupakan kategori usia rentan yang mudah tertular meningitis karena imunitasnya yang belum kebal. Lewat vaksin, antibodi akan terbentuk dan mengirim pasukan imun untuk melawan virus dan bakteri jahat. 

Sama seperti awal kemunculan vaksin untuk COVID-19, Vaksin meningitis pun juga sempat diragukan efektifitasnya. Banyak yang khawatir kalau-kalau terjadi efek samping setelahnya. Lambat laun, kehadiran vaksin meningiris diterima. Zat di dalam Vaksin ini tidak mengandung bahan aktif penyebab infeksi. 

4. Penyakit Meningitis Menyerang Otak 

Penyakit meningitis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus meningitis. Gejalanya sendiri bisa berupa demam, pusing, serta leher yang lumayan kaku. Efek ini terjadi karena adanya pembengkakan membran di sekitar otak. Beberapa kasus yang lebih parah menyebutkan meningitis menyebabkan kematian.

5. Penularan Penyakit Meningitis 

Meski sudah suntik vaksin meningitis, bukan berarti penyebarannya bisa ditangkal 100%. Tetap terjadi resiko penularan apabila jamaah haji tidak menjaga kebersihan. Selain itu, jamaah tetap wajib memakai masker dan mencuci tangan setelah batuk. Ini karena, penularan meningitis terjadi lewat percikan cairan hidung dan tenggorokan. 

Saran Agar Aman Saat Melakukan Ibadah Haji

Bagi Anda yang sedang ingin menjalankan haji, namun tetap ingin menjaga kesehatan, pastikan untuk tetap waspada terhadap berbagai jenis virus, termasuk diantaranya virus COVID-19 atau Meningitis. Anda bisa istirahat yang cukup, menghindari merokok, makan-makanan bergizi seimbang, minum air putih 8 gelas perhari, serta lakukan check up secara teratur. Sangat disarankan untuk menghindari begadang karena bisa menurunkan imunitas tubuh. 

Anda pun tak perlu khawatir bila sudah tiba giliran untuk berangkat haji di masa pandemi. Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah mengurangi angka jamaah menjadi hanya 60 ribuan saja. Selain itu, pelaksanaan protokol sudah sangat ketat, termasuk dengan mengatur jarak sya’i, serta memberi aturan untuk membawa peralatan sholat pribadi. 

Leave a Reply